CPU Module, Power Module, Power Supply, Rack, Control processor, Cable.
berita
Tanya Jawab Schneider Electric: Mengungkap Bagaimana Bangunan Berbasis AI Mendorong Efisiensi Energi dan Keberlanjutan 10 / 11 / 2025

Schneider Electric, pemain terkemuka di bidang manajemen energi dan otomatisasi, tidak hanya membuat kemajuan menuju tujuan keberlanjutannya sendiri, tetapi juga memberdayakan pelanggan untuk meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi.

Perusahaan ini berada di jalur yang jelas, dipandu oleh lintasan yang divalidasi oleh inisiatif Target Berbasis Sains, untuk mencapai pengurangan karbon absolut sebesar 25% di seluruh rantai nilainya pada tahun 2030 dan mencapai emisi CO₂ nol bersih di seluruh rantai nilai pada tahun 2050.

Di pucuk pimpinan upaya global perusahaan untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi adalah Manish Kumar, Wakil Presiden Eksekutif (EVP) Energi Digital. Dengan misi untuk membantu pelanggan dalam mendigitalisasi dan mendekarbonisasi operasi mereka, Manish membawa hampir dua dekade pengalaman di Schneider Electric. Peran beragamnya meliputi strategi perusahaan, bangunan pintar, digitalisasi distribusi listrik, pusat data, inverter surya, dan mikrogrid. Dalam sesi tanya jawab ini, Manish berbagi wawasannya tentang dekarbonisasi.

Apa Sebenarnya Bangunan yang Didukung AI Itu?

Bangunan yang didukung AI adalah struktur cerdas dan saling terhubung yang memanfaatkan kekuatan AI dan teknologi digital. Dengan memanfaatkan data secara lebih efektif, bangunan-bangunan ini mengoptimalkan operasionalnya.

Mereka memanfaatkan data waktu nyata dari sistem seperti HVAC, pencahayaan, kualitas udara, dan sensor hunian. Hal ini memungkinkan mereka untuk secara otomatis mengelola konsumsi energi, memprediksi kebutuhan perawatan, dan meningkatkan kenyamanan serta kesejahteraan penghuni.

Melalui integrasi AI, bangunan-bangunan ini bertransisi dari aset statis menjadi lingkungan dinamis dan "hidup" yang terus beradaptasi dengan kondisi internal dan eksternal.

Keberlanjutan Bangunan yang Didukung AI

Di tengah meningkatnya perdebatan mengenai dampak lingkungan dari AI, potensinya untuk mendorong operasi berkelanjutan tidak boleh diabaikan. Jika diimplementasikan dengan bijak, AI dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap lingkungan.

Bangunan yang dilengkapi dengan AI secara inheren lebih berkelanjutan dibandingkan dengan bangunan yang sudah ada. Hal ini dicapai dengan memaksimalkan efisiensi energi dan meminimalkan limbah.

Sebagai contoh, algoritma AI dapat menganalisis pola hunian dan prakiraan cuaca. Berdasarkan analisis ini, algoritma tersebut menyesuaikan sistem pemanas, pendingin, dan pencahayaan hanya bila diperlukan, sehingga secara signifikan mengurangi konsumsi energi yang tidak perlu.

Selain itu, bangunan-bangunan ini mendukung pembangkitan dan penyimpanan energi terbarukan di lokasi, yang semakin mengurangi jejak karbonnya. Solusi Schneider Electric telah membantu klien mengurangi emisi karbon hingga 15% dan menghemat hingga US$10 juta untuk pengadaan energi hijau.

Pemanfaatan AI sangat berharga di lingkungan yang kompleks dan kaya data seperti rumah sakit, bandara, kampus universitas, kantor perusahaan besar, kota, dan pusat perkotaan. Dalam lingkungan ini, pemeliharaan prediktif, penyeimbangan beban dinamis, dan optimasi otonom dapat menghasilkan peningkatan efisiensi dan ketahanan yang terukur.

Pengaruh terhadap Konsumsi Energi

Salah satu aplikasi AI yang paling berdampak dalam bangunan adalah di bidang konsumsi energi. Pemantauan waktu nyata dan analitik prediktif di bangunan-bangunan ini dapat menunjukkan inefisiensi secara tepat.

Setelah diidentifikasi, manajer fasilitas dapat menerapkan langkah-langkah dan strategi perbaikan. Misalnya, penelitian Schneider Electric di Stockholm tentang optimasi HVAC berbasis AI di gedung-gedung pendidikan menghasilkan pengurangan penggunaan listrik sebesar 8,93% dan pengurangan emisi CO₂ sebesar 259 ton selama empat tahun.

Para pengelola fasilitas yang menggunakan sistem berbasis AI sudah menuai manfaat nyata dalam hal penghematan energi, efisiensi operasional, dan pengurangan biaya.

Pusat Komando Energi

Energy Command Center (ECC) adalah pusat kendali terpusat yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI). ECC mengoptimalkan konsumsi energi di berbagai aset dalam sebuah bangunan, atau bahkan di seluruh kampus dan kota.

ECC mengintegrasikan data dari HVAC, pencahayaan, pusat data, dan sistem penting lainnya. Sistem ini menyediakan pemantauan waktu nyata, pemeliharaan prediktif, dan integrasi tanpa hambatan dengan infrastruktur yang ada.

Dengan mentransformasikan operasional bangunan dari manual menjadi otonom, ECC mendorong peningkatan signifikan dalam efisiensi, keberlanjutan, dan penghematan biaya. Misalnya, di 23 kampus Capgemini di India, ECC mengurangi konsumsi energi sebesar 25 GWh dan menghemat €3 juta (US$3,5 juta) sambil beralih ke 100% listrik terbarukan.

Dampak Kota-Kota yang Didukung AI terhadap Warga

Kota-kota yang didukung AI memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas hidup warganya secara signifikan. Dengan menjadikan infrastruktur perkotaan lebih efisien, tangguh, dan responsif, kota-kota ini dapat mengurangi biaya energi, meningkatkan kualitas udara, dan memastikan kenyamanan serta kesejahteraan yang lebih besar bagi penduduknya.

Sistem berbasis AI juga dapat membantu kota-kota dalam mencapai tujuan iklim yang ambisius, mematuhi peraturan, dan menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan layak huni. Pada akhirnya, dengan menjadikan bangunan dan infrastruktur sebagai peserta aktif dalam pengelolaannya sendiri, kota-kota yang didukung AI memungkinkan warga, bisnis, dan pemerintah untuk berkolaborasi secara lebih efektif menuju masa depan tanpa emisi karbon.

Tinggalkan pesan

Tinggalkan pesan
jika Anda tertarik dengan produk kami dan ingin mengetahui lebih detail,silakan tinggalkan pesan di sini,kami akan membalas Anda sesegera mungkin.

rumah

produk

skype

whatsapp